Aksi dalam Kolaborasi adalah Kunci UNAIR untuk Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0

By Paper Edukasi

Updated on:

---Advertisement---

PaperEdukasi – Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi salah satu kampus di Indonesia yang menerapkan konsep Kampus Merdeka Belajar. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UNAIR terus berkembang maju salah satunya dibuktikan dengan didirikannya fakultas baru yang berfokus pada ilmu riset, teknologi, dan sains.

Fakultas tersebut diberi nama Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) yang memiliki lima program studi unggulan, diantaranya Teknologi Sains Data, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Teknik Industri, Teknik Elektro, dan Rekayasa Nanoteknologi. Sesuai dengan namanya, UNAIR berharap dapat berperan penting pada kemajuan teknologi sehingga dapat menyiapkan sumberdaya manusia yang siap kolaborasi dalam segala hal untuk menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.

Hal ini sesuai dengan pernyataan dekan FTMM UNAIR, Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. seperti yang dikutip dalam laman resmi FTMM “Kelima program studi ini merupakan bentuk kontribusi nyata Universitas Airlangga untuk dunia, khususnya Indonesia dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang siap kolaborasi dalam segala hal untuk menyongsong Era Revolusi Industri 4.0. “

Untuk mewujudkan cita-cita UNAIR sebagai universitas terbaik dunia, UNAIR terus berbenah terutama dalam bidang riset dan teknologi. Research Center for New and Renewable Energy Engineering (NREE) menjadi salah satu fasilitas yang disediakan UNAIR untuk mahasiswa melakukan riset dan inovasi.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan AirFeel adalah salah satu bukti nyata dari inovasi mahasiswa dan dosen untuk terus berinovasi kolaborasi memajukan teknologi demi menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.

Sedikit informasi bahwa AirFeel atau stasiun cuaca adalah produk unggulan hasil riset dari program studi Teknik Elektro. Produk ini dapat menyajikan data kadar oksigen, kelembaban udara, kecepatan angin, arah angin, curah hujan, suhu, kelembaban, dan tekanan udara.

Harapannya semoga Universitas Airlangga tetap menjadi universitas terbaik yang mampu bersaing dalam segala bidang terutama pada bidang pendidikan, kesehatan, dan teknologi.

Manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan AirFeel

Pembangkit listrik tenaga surya dan air memiliki banyak manfaat yang berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat secara umum. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari masing-masing:

Pembangkit Listrik Tenaga Surya:

  1. Energi Bersih dan Ramah Lingkungan: Tenaga surya adalah sumber energi yang terbarukan dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara saat dioperasikan.
  2. Ketersediaan yang Luas: Matahari adalah sumber energi yang melimpah di seluruh dunia, sehingga pembangkit listrik tenaga surya dapat diimplementasikan di berbagai lokasi, terutama di daerah dengan paparan sinar matahari yang tinggi.
  3. Biaya Operasional Rendah: Setelah instalasi awal, biaya operasional pembangkit listrik tenaga surya cenderung rendah karena tidak memerlukan bahan bakar tambahan dan perawatan minimal.
  4. Kemandirian Energi: Pemanfaatan tenaga surya dapat meningkatkan kemandirian energi suatu negara dengan mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang terbatas.
  5. Penciptaan Lapangan Kerja: Industri energi surya menciptakan peluang pekerjaan dalam desain, instalasi, dan pemeliharaan sistem surya, membantu pertumbuhan ekonomi lokal.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hidro):

  1. Energi Terbarukan: Energi air adalah sumber energi terbarukan yang didapatkan dari aliran sungai atau air pasang surut, yang dapat diperbaharui secara alami.
  2. Stabilitas Pasokan: Pembangkit listrik tenaga air dapat menyediakan pasokan energi yang stabil dan dapat diandalkan karena aliran air cenderung konsisten, terutama jika dikelola dengan baik.
  3. Pengendalian Banjir: Bendungan yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga air dapat membantu dalam pengendalian banjir dan mengatur pola aliran sungai.
  4. Rekreasi dan Pemandangan: Bendungan dan danau buatan dari pembangkit listrik tenaga air sering kali menjadi tempat rekreasi dan objek wisata, memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat setempat.
  5. Pengendalian Iklim: Dengan menghasilkan energi tanpa emisi karbon, pembangkit listrik tenaga air membantu dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi jejak karbon dari sektor energi.

Kedua jenis pembangkit listrik ini memiliki peran penting dalam transisi global menuju energi bersih dan berkelanjutan, serta membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.

Subtema yang dipilih : Riset, Teknologi, dan Inovasi Kolaboratif.

Penulis : Imelda Tasya Fika Anggela

Leave a Comment