Beasiswa LPDP 2022 Segera Dibuka, Catat Persyaratannya Sekarang!

By Paper Edukasi

Published on:

Beasiswa LPDP 2022
---Advertisement---

PaperEdukasi – Buat kamu yang berniat mendaftar beasiswa LPDP 2022 bisa mengecek dan menyiapkan persyaratan umum yang diterapkan tiap tahun. Perlu diketahui, sejumlah beasiswa LPDP mensyaratkan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan, transkrip akademik, hingga sertifikat TOEFL. Nah, beberapa persyaratan di antaranya bisa disiapkan dari sekarang. Apa saja?

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melanjutkan program perluasan beasiswa LPDP untuk 2022. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek Abdul Kahar mengatakan, keputusan penyelenggaraan beasiswa LPDP 2022 diambil berdasarkan tingginya animo pendaftar pada 2021.

“Pada tahun ini (2021) kami melihat animo dari teman-teman kami para dosen, teman-teman kami para guru, teman-teman kami dari pelaku budaya, demikian juga teman-teman dari prestasi nasional luar biasa,” kata Kahar dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar secara daring, Kamis 30 Desember 2021.

Kahar mengungkapkan, perluasan beasiswa LPDP untuk guru dan pelaku budaya merupakan transformasi baru dari Kemendikbudristek yang bekerjasama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2021. Tahun lalu, beasiswa LPDP Kemendikbudristek dibuka untuk program gelar S1, S2, S3, dan program nongelar.

Syarat Beasiswa LPDP

Beasiswa S1 dan S2 Prestasi Talenta

Beasiswa Prestasi Talenta merupakan salah satu jenis beasiswa S1 dan S2 yang dibuka di program beasiswa LPDP. Syarat umum beasiswa Prestasi Talenta yaitu:

  • Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan salinan KTP atau salinan Kartu Keluarga
  • Telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK sederajat, dibuktikan dengan salinan ijazah atau legalisir Surat Keterangan Lulus), atau sedang melaksanakan studi pada Perguruan Tinggi tertentu maksimal Semester IV pada saat pendaftaran calon penerima beasiswa LPDP
  • Memiliki integritas kebangsaan sebagai Pelajar Pancasila
  • Mengunggah Surat Keterangan sehat jasmani dan bebas NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif)
  • Mengunggah sertikat juara/pemenang lomba/kompetisi/festival tingkat nasional maupun internasional
  • Memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan Tinggi bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi atau Surat Keterangan sebagai mahasiswa aktif di Perguruan Tinggi untuk mahasiswa on going.
  • Mengunggah transkip akademik bagi mahasiswa on going. Persyaratan IPK untuk Sains, Riset dan Teknologi = 3,25 dan untuk 3 (tiga) jenis bidang lainnya = 2,75 pada skala 4)
  • Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran online- Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk Kelas Eksekutif, Kelas Khusus, Kelas Karyawan, Kelas Jarak Jauh, kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk, Kelas Internasional khusus tujuan dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara perguruan tinggi, atau kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan
  • Mengisi surat bermeterai Rp10.000
  • Pendaftar beasiswa yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa tidak dapat mengajukan perpindahan Perguruan Tinggi tujuan dan Program Studi tujuan, terkecuali apabila terdapat sesuatu hal atau kendala yang bukan masalah akademis dan harus diketahui serta disetujui oleh pengelola beasiswa.
  • Ketentuan batas usia mendaftar pada tanggal 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu paling tinggi berusia 22 tahun untuk pendaftar beasiswa S1. Program studi yang dipilih tidak harus linier dengan bidang prestasi yang dimenangkan. Sementara itu, pendaftar beasiswa S2 berusia maksimal 35 tahun saat melamar.

2. Beasiswa LPDP Reguler S2 dan S3

Beasiswa LPDP Reguler dibuka di jenjang S2 dan S3 dalam negeri dan luar negeri. Pendaftar Beasiswa Reguler yang telah mempunyai dan mengunggah Letter of Acceptance (LoA) Unconditional wajib memilih 1 kampus dalam negeri atau luar negeri sesuai daftar Perguruan Tinggi LPDP. LoA Unconditional adalah surat diterima di perguruan tinggi tujuan tanpa syarat yang dikeluarkan pihak kampus.

Sementara itu, pendaftar beasiswa LPDP Reguler yang belum punya LoA Unconditional wajib memilih 3 kampus tujuan dalam negeri atau luar negeri yang ada dalam daftar Perguruan Tinggi LPDP dengan program studi yang sama, sejenis, atau serumpun.

Syarat Beasiswa LPDP Reguler yaitu:

1. Warga Negara Indonesia

2. Telah menyelesaikan studi program D4/S1 untuk beasiswa S2, sudah selesai studi S2 untuk mendaftar beasiswa S3, dan sudah lulus studi D4/S1 langsung doktor

3. Berasal dari perguruan tinggi dalam negeri terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek atau Kedutaan Besar RI di negara asal kampus.

4. Tidak sedang menempuh studi (on going) program magister ataupun doktor baik di perguruaan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri

5. Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa magister dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan studi doktor (S3) tidak diizinkan mendaftar pada program beasiswa doktor.

6. Melampirkan Surat Rekomendasi dari akademisi bagi yang belum bekerja atau dari atasan bagi yang sudah bekerja

7. Memilih Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP

8. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk Kelas Eksekutif, Kelas Khusus, Kelas Karyawan, Kelas Jarak Jauh, kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk, kelas Internasional khusus tujuan Dalam Negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara perguruan tinggi, dan kelas lainnya yang tidak memenuhi ketentuan LPDP

9. Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran online

10. Menulis Personal Statement (tidak ada format khusus)

11. Menulis komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi

12. Menulis Proposal Penelitian bagi pendaftar program pendidikan doktor

13. Bersedia menandatangani surat pernyataan

14. Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia paling tinggi 35 tahun dan jenjang pendidikan doktor maksimal 40 tahun.

15. IPK pendaftar jenjang S2 minimal 3.00 dengan dokumen transkrip nilai yang asli atau telah dilegalisir, sementara pendaftar program doktor minimal 3,25. Khusus untuk pendaftar jenjang Doktor dari program magister penelitian tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.

16. Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil konversi IPK yang dikonversi melalui tautan https://www.scholaro.com/gpa-calculator/ dan dilampirkan bersamaan dengan transkrip.

17. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlakudanditerbitkanETS (www.ets.org),PTE Academic (www.pearsonpte.com)atauIELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan:

  • Pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS™ 6,0;
  • Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80, PTE Academic 58, atau IELTS™ 6,5;
  • Pendaftar program doktor dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP® 530, TOEFL iBT® 70, PTE Academic 50, atau IELTS™ 6,0;
  • Pendaftar program doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94, PTE Academic 65 atau IELTS™ 7,0;
  • Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

Mengunggah surat keterangan menunda memulai studi dari Perguruan Tinggi Tujuan bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional dengan waktu mulai studi yang tidak sesuai dengan ketentuan LPDP.

Selengkapnya tentang persyaratan beasiswa LPDP 2022 bisa dilihat di https://beasiswa.kemdikbud.go.id/ dan https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/ . Gimana sobat, berencana daftar beasiswa LPDP tahun ini?

sumber artikel : detik.com

Related Post

Leave a Comment